Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Petani Desa Gadabung Sumringah Sambut Panen Raya Food Estate
Kamis 04 Februari 2021, 15:16 WIB

Situsnews - Kalteng

Watinah (39), merasa senang bukan kepalang. Sebab, hasil produksi pertaniannya berpotensi hingga 6 ton per hektar. Angka tersebut jauh lebih besar ketimbang garapan sawah sebelum intervensi pemerintah melalui program jangka panjang food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Program food estate merubah cara bertani model lama, untuk kemudian menerapkan pertanian model baru. Alhamdulillah hasilnya bisa 6 ton per hektar," ujar Watinah di area food estate Blok B Desa Gadabung, Pulang Pisau, Kamis, 4 Februari 2021.

Menurut Watinah, program food estate memiliki potensi dan peluang yang sangat besar, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan. Peluang tersebut bisa dilihat dari tingginya jumlah produksi, sampai penggunaan teknologi dan mekanisasi.

"Peluangnya sangat besar sekali karena benih yang ditanam adalah benih unggul," katanya.

Watinah mengatakan, saat ini ia bersama sang suami mengelola 7 hektar sawah dan 1 hektar tanaman kebun. Semuanya dikerjakan Watinah dengan mesin pertanian, seperti penggunaan mesin panen (combine harvester) dan mesin pencacah padi lainya.

"Kalau bibit kita gunakan hibrida, tapi kalau garapan sawah kita gunakan mesin-mesin canggih," katanya.

Mengenai hal ini, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, Syamsuddin mengatakan bahwa pengelolaan food estate dilakukan dengan intervensi teknologi. Sistem informasi pemantauan panen dan cuaca yang digunakan Kementan telah terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room (AWR) dan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

"Alhamdulillah kalau kita perhatikan dari database, sebelum program ini dimulai produksinya hanya 3,5-4 ton. Tapi setelah kita intervensi hasilnya rata-rata dapat mencapai 5 sampai 6 ton. Secara umum ini hasil yang sangat bagus," katanya.

Menurut Syamsuddin, di rumah petani sekitar lahan food estate pun ketertarikan petani untuk menggunakan alsintan meningkat. Tak heran, kini banyak alsintan muncul di halaman rumah petani di Belanti siam maupun Gedabung.

“Hebatnya mereka memiliki sendiri. Ada yang dibantu KUR, ada juga yang beli langsung. Ini tanda pertanian modern dan maju mulai diadaptasi dengan baik disini,” papar Syamsuddin.

Terkait program food estate yang mengalami kemajuan pesat, Kepala Dinas Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti mengucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat, terutama Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus mendampingi dan membantu para petani dalam berproduksi.

"Kita akan dampingi terus para petani agar melakukan budidaya dengan cara yang modern. Misalnya, ke depan tidak lagi melakukan tabur benih dengan cara manual karena akan mempengaruhi pertumbuhan," katanya.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top