Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Setiap Hari di Lapangan, Pemprov Kalteng : Tidak Mungkin Food Estate Gagal Panen
Kamis 04 Februari 2021, 10:48 WIB

Situsnews - Kalteng

Panen raya di kawasan Food Estate Kalimantan Tengah (Kalteng) tinggal menanti hari. Hamparan tanaman padi yang sudah menguning pun kini siap diproduksi. Pemerintah bersiap. Menjawab dan memenuhi harapan masyarakat terkait lumbung pangan nasional yang dapat menopang kebutuhan sehari-hari. Dalam masa panen ini, diperkirakan produktivitasnya mencapai 5 sampai 6 ton perhektare.

Kepala Dinas Hortikukultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti menerangkan bahwa keunggulan food estate terdapat pada kolaborasi yang kuat antara petani, pemerintah dan para pengusaha pertanian dalam menjaga lahan serta mencapai target yang ditetapkan.

"Kami di lapangan ini terus bekerja keras dalam rangka meningkatkan produksi food estate. Sehingga tidak mungkin rasanya area lumbung pangan ini mengalami gagal panen," ujar Sunarti saat meninjau area siap panen di Kabupaten Pulang Pisau, Kamis, 4 Februari 2021.

Menurut Sunarti, narasi gagal panen sangat berlebihan, juga menyedihkan. Faktanya, banyak petani dan para pengusaha tani yang terus bergeliat mengambil untung dari program jangka panjang yang digagas Presiden Joko Widodo tersebut.

"Kalimat gagal panen itu tidak melihat persoalan secara utuh dan tidak mewakili luasan food estate yang mencapai 10 ribu hektare. Memang ada yang menurun, tapi itu hanya sebagian kecil saja, dan penyebabnya adalah faktor cuaca seperti angin dan hujan," katanya.

Makanya, kata Sunarti, ke depan jika terjadi kendala cuaca semacam ini sebaiknya para petani segera melaporkan kepada petugas penyuluh yang ada di lapangan. Bukan berarti, mengambil keputusan lalu membuat pernyataan.

"Agar hasilnya ke depan itu baik tentunya dalam pola budidayanya harus mengikuti pola yang sudah dianjurkan oleh para petugas kita. Kan gini, mungkin selama ini mereka masih melakukan budidaya dengan cara tabur benih yang bisa saja mempengaruhi pertumbuhannya, sehingga mudah roboh diterjang cuaca buruk," katanya.

Adapun terkait pola tanam yang dilakukan, Sunarti mengatakan bahwa pemerintah daerah selalu mendorong petani untuk melakukan 3 kali produksi dalam setahun. Pola tanam semacam itu dinilai memungkinkan karena benih yang digunakan merupakan benih unggul jenis impara 42.

"Memang sebelumnya masyarakat sekitar sini budidaya tanamannya hanya dua kali dalam setahun, tapi kita dari pemerintah mendorong untuk menjadikan 3 kali dalam setahun. Kenapa? sebab benih yang digunakan adalah benih unggul," katanya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, Syamsuddin menambahkan bahwa saat ini pemerintah terus melakukan intervensi mekanisasi dengan mengirim berbagai alsintan hingga ratusan unit.

"Ke depan kita akan intervensi terus area food estate ini dengan teknologi dan mekanisasi," tutupnya.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top