Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Jenderal Min Aung Hlaing, Tokoh di Balik Kudeta Militer di Myanmar dan Dalang Pembantaian Rohingya
Selasa 02 Februari 2021, 18:48 WIB

Situsnes - Myanmar

Situasi di Myanmar semakin memanas usai Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi ditangkap oleh Junta Militer. Junta militer yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, berhasil mengkudeta pemerintahan dan menyatakan darurat nasional selama satu tahun. Tentara Myanmar pun langsung disebar ke seluruh pelosok negeri. Mereka bersiaga sembari menenteng senjata laras panjang dan kendaraan lapis baja. Nasib partai Aung San Suu Kyi, NLD kemudian langsung hening dibungkam militer. Elite politik NLD pun tidak ada yang tahu nasibnya sekarang bagaimana.

Sebagaimana diberitakan dalam artikel, "Penguasa Baru Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Ialah Dalang Pembantaian Rohingya, AS Siap Ambil Tindakan Keras", ia adalah dalang pembantaian etnis Rohingya.

Bahkan pada 2017 silam Menlu Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson memperingatkan Min agar menghentikan aksi kekerasannya kepada Rohingya. Namun Min tak bergeming, operasi Genosida kepada Rohingya jalan terus. Rupanya Min sendiri sebelum jadi petinggi Tatmadaw sudah melahap operasi militer pembersihan etnis minoritas di Myanmar Timur.

Operasi tempur paling terkenal Min ialah saat di perbatasan Myanmar-China untuk menghabisi tokoh setempat, Peng Jiasheng. Cuma seminggu operasi ini dilakukan namun ada sekitar 30.000 penduduk setempat mengungsi ke China karena Min melakukan serangan membabi buta. Di mata HAM, Min adalah musuh kemanusiaan namun di mata politik Myanmar ia adalah pahlawan.

Saat tampuk kepemimpinan Myanmar berada di Suu Kyi, Min cuma tersenyum karena ia bisa kapan saja mengkudeta perempuan penerima Nobel Perdamaian itu kapan pun ia mau. Intervensi pasukan perdamaian PBB sangat mungkin dilakukan di Myanmar jika keadaan semakin memburuk.

(Pikiranrakyat.com/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top