Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari
Selasa 20 Oktober 2026, 14:05 WIB
Jeff Bezos.

AMERIKA SERIKAT - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi meningkatkan produktivitas ekonomi hingga memungkinkan sebagian orang bekerja hanya tiga hari dalam seminggu, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada 7 Oktober 2026, Bezos mengatakan peningkatan produktivitas dapat memberi masyarakat lebih banyak pilihan dalam mengatur waktu kerja dan kehidupan pribadi.

“Sebagian orang akan memutuskan, ‘Saya bisa menghidupi keluarga saya dengan bekerja tiga hari seminggu.’ Itulah makna produktivitas dalam perekonomian,” ujar Bezos.

Ia juga memperkirakan peningkatan produktivitas dapat memungkinkan sebagian keluarga mengandalkan satu pencari nafkah. Dengan kondisi tersebut, salah satu pasangan berpotensi memilih untuk tidak bekerja jika keadaan keuangan keluarga memungkinkan.

“Anda tidak lagi harus memiliki rumah tangga dengan dua pencari nafkah. Jika Anda tetap menginginkannya, silakan. Namun jika tidak, salah satu dari kalian bisa berhenti,” katanya.

Bezos bahkan berpandangan bahwa peningkatan produktivitas akibat AI berpotensi memunculkan tantangan berbeda di pasar tenaga kerja, yakni kesulitan perusahaan merekrut pekerja apabila sebagian orang memilih mengurangi jam kerja.

“Akan sulit merekrut orang, karena produktivitas ekonomi akan menciptakan kondisi di mana jika orang tak ingin merangkap dua pekerjaan, mereka tak perlu melakukannya,” ujarnya.

Optimistis AI Tak Selalu Berujung PHK

Pandangan Bezos tersebut berbeda dari kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi AI menggantikan pekerjaan manusia. Seiring semakin banyak perusahaan mengadopsi otomatisasi, muncul kekhawatiran bahwa sejumlah pekerjaan akan berkurang atau berubah.

Bezos mengakui adanya kekhawatiran tersebut, tetapi tidak sependapat bahwa pengangguran massal merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari perkembangan AI.

Ia juga menyoroti kiprahnya di Prometheus, perusahaan rintisan AI yang didirikannya bersama mitra dan dipimpinnya sebagai salah satu co-CEO. Perusahaan itu berfokus pada pengembangan teknologi yang dapat membantu proses rekayasa dan pembuatan produk fisik.

Bezos menyebut salah satu tujuannya adalah mengembangkan teknologi yang disebut artificial general engineer, yakni sistem AI yang dapat membantu manusia mengubah gagasan menjadi produk nyata.

“Kami akan membuat perangkat yang sangat mudah digunakan sehingga siapa pun akan bisa menjadi seorang insinyur,” ujarnya.

Prediksi di Tengah Pengurangan Karyawan Amazon

Optimisme Bezos mengenai dampak AI terhadap produktivitas muncul ketika Amazon, perusahaan yang didirikannya, melakukan pengurangan sekitar 30.000 posisi korporat dalam periode yang disebut dalam laporan media.

Saat ditanya mengenai pengurangan karyawan tersebut, Bezos mengaitkannya dengan ekspansi dan perekrutan besar-besaran yang dilakukan perusahaan setelah pandemi Covid-19.

Meski demikian, pandangannya mengenai masa depan pekerjaan masih berupa prediksi. Seberapa besar peningkatan produktivitas AI akan memengaruhi jam kerja, pendapatan rumah tangga, dan kebutuhan tenaga kerja akan bergantung pada penerapan teknologi serta kondisi ekonomi.

Menurut data Forbes yang dikutip dalam pemberitaan pada Oktober 2026, kekayaan Bezos diperkirakan mencapai sekitar US$380,8 miliar per 12 Oktober. Angka kekayaan bersih dapat berubah mengikuti pergerakan aset dan pasar.

Bos Teknologi Lain Juga Prediksi Jam Kerja Berkurang

Bezos bukan satu-satunya tokoh teknologi dan bisnis yang memperkirakan AI dapat mengubah pola kerja tradisional.

CEO Nvidia, Jensen Huang, pernah mengisyaratkan kemungkinan penerapan pekan kerja empat hari. Sementara itu, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperkirakan kemajuan teknologi dapat membuat sebagian pekerja menjalani pekan kerja yang lebih pendek.

Pendiri Microsoft, Bill Gates, juga pernah membahas kemungkinan manusia bekerja hanya dua hari dalam seminggu apabila AI mengambil alih lebih banyak tugas.

Berbagai pandangan tersebut mencerminkan optimisme bahwa peningkatan produktivitas dapat membuka ruang bagi pengurangan jam kerja. Namun, realisasinya akan bergantung pada bagaimana manfaat teknologi dibagikan, kebijakan perusahaan, dan perkembangan pasar tenaga kerja.

Dengan demikian, pekan kerja tiga hari masih merupakan gambaran masa depan yang dibayangkan Bezos, bukan kondisi yang telah berlaku secara luas. Dampak AI terhadap pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat masih akan berkembang seiring dengan penerapan teknologi tersebut. (detik)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top