Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Optimalkan Lahan Marjinal, Kementan Dukung Situbondo Kembangkan Sorghum
Sabtu 30 Januari 2021, 11:52 WIB

Situsnews - Jakarta

Kementerian Pertanian mendukung berbagai upaya pengembangan sumber pangan alternatif pengganti nasi seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo yang tengah mengembangkan Sorghum.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen untuk mendukung kegiatan pengembangan sorghum di Indonesia. “Apalagi di saat pandemi seperti saat ini, masyarakat harus lebih banyak mengkonsumsi pangan yang lebih menyehatkan untuk tubuh,” ujarnya.

Apa yang disampaikan Dirjen Suwandi tersebut senada dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa orientasi pangan mulai diubah tidak hanya pada beras saja namun dengan sumber karbohidrat lain, salah satunya adalah sorghum.

Pemerintah Kabupaten Situbondo diketahui telah melakukan penandatangan Nota Kesepahaman dengan PT. Sorgum Koltim Sejahtera untuk bersama-sama mengembangkan sorghum. Rencananya, pengembangan sorghum akan dilakukan di lahan marginal yang selama ini sulit diupayakan kegiatan usaha pertanian. Saat ini hampir 48% atau sekitar 31.000 hektar lahan di Kabupaten Situbondo merupakan lahan kering atau lahan marjinal.

Dipilihnya sorghum sebagai komoditi yang akan dikembangkan karena sorghum mampu berkembang dengan baik pada lahan marjinal tersebut. Tanaman sorghum sebenarnya telah cukup lama dikembangkan petani di Situbondo, akan tetapi karena permintaan pasar yang kurang, secara sistematis pertanaman sorghum dari tahun ke tahun terus berkurang.

Berdasarkan catatan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, saat ini tersisa sekitar 10 hektar tanaman sorghum dengan tingkat produktivitas sekitar 2 ton per hektar per musim.

Salah satu ruang lingkup MoU yang ditanda tangani adalah adanya jaminan pemasaran dari kegiatan budidaya sorghum yang dilakukan oleh petani, oleh karena itu kendala pemasaran yang dirasakan oleh petani saat ini diharapkan terpecahkan.

Direktur PT. Sorghum Koltim Sejahtera yang akrab dipanggil Joe saat diwawancara hari Jumat (29/01) menyampaikan bahwa saat ini ada empat negara di asia yang sudah berminat untuk mengimpor sorghum dari Indonesia, akan tetapi karena jumlah produksi masih sangat terbatas, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi. “Saya optimis dengan adanya Gerakan pertanaman sorghum yang didukung Pemerintah Kabupaten Sitobondo serta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, permintaan tersebut mudah-mudahan dapat dipenuhi,” ujarnya.

Senada hal tersebut, Gatut Sumbogodjati, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan mengatakan komitmen Kementerian Pertanian untuk menjadikan sorghum mempunyai nilai tambah sehingga bisa dengan mudah di terima di pasar. “Sorgum bisa menjadi alternatif pangan lokal yang patut dikembangkan, da saya rasa banyak daerah di Indonesia ini yang memiliki kondisi tanah yang cocok untuk dikembangkan sorgum. Bahkan tahun ini kami mulai akan mengembangkan seluas 5.000 hektar, terutama di wilayah timur seperti NTT untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduknya” sebut Gatut.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top