Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Dollar AS Tembus Rp18.000
Selasa 29 September 2026, 13:15 WIB
Ilustrasi

JAKARTA- Dolar AS kembali menembus Rp18.000 terhadap rupiah pada Rabu, 29 September 2026. BI menyebut tekanan global dan kebutuhan valas ikut memengaruhi pelemahan rupiah.

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam itu bahkan sempat menembus level Rp 18.000 pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menyentuh level Rp 18.000 pada awal pembukaan perdagangan. Kemudian mata uang Paman Sam itu perlahan turun meski tercatat menguat 0,08% ke level Rp 17.989 pukul 09.25 WIB.

Kemudian tak berselang lama, dolar AS kembali menguat 0,13% ke level Rp 18.002 pukul 09.27 WIB. Sepanjang hari ini, dolar AS diperkirakan bergerak pada rentang Rp 17.987 hingga Rp 18.007.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Senin (28/9), dolar AS diketahui berada pada level 17.978. Sepanjang tahun 2026, dolar AS tercatat menguat hingga 7,85%.

Sementara berdasarkan data RTI Business, dolar AS menguat 0,06% ke level Rp 17.979. Mata uang Paman Sam itu bergerak menguat 7,81% sepanjang tahun 2026.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas US$ 108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

Hal ini mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) lebih lanjut, sehingga yield UST tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23%, tertinggi sejak 2007. Secara umum, Bank Indonesia juga menilai pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan regional, dengan pelemahan**

 




Editor : jr
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top