Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Houthi Kuasai Pelabuhan Mocha Yaman, Ancaman Jalur Energi Dunia Meningkat
Kamis 10 September 2026, 21:39 WIB
Aktivitas di kawasan pesisir Laut Merah, Yaman. Penguasaan kota pelabuhan Mocha oleh kelompok Houthi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran dan energi terpenting dunia.

 

SANAA — Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan berhasil menguasai kota pelabuhan Mocha di Yaman, yang berada di kawasan strategis Laut Merah.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian internasional karena Mocha berada tidak jauh dari Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan selanjutnya menuju Samudra Hindia.

Menurut laporan Reuters, empat sumber militer pemerintah Yaman menyatakan Houthi telah mengambil kendali atas Mocha. Pergerakan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan distribusi energi global.

Bab el-Mandeb merupakan jalur penting bagi perdagangan dunia, termasuk pengiriman minyak dan berbagai komoditas. Reuters menyebut selat tersebut memiliki lebar sekitar 29 kilometer pada titik tersempitnya dan menjadi pintu selatan menuju Laut Merah serta Terusan Suez.

Harga Minyak Tembus di Atas US$100

Meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut ikut memberikan tekanan terhadap pasar energi dunia.

Harga minyak Brent dilaporkan bertahan di atas US$100 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu jalur pengiriman minyak dunia.

Kekhawatiran semakin besar karena gangguan terhadap Selat Hormuz dan meningkatnya ancaman di kawasan Laut Merah dapat memaksa kapal-kapal mengubah rute pelayaran.

Pakistan sendiri menyatakan belum membahas respons militer berdasarkan pakta pertahanan dengan Arab Saudi dan Turki terkait serangan Houthi. Pemerintah Pakistan mengatakan belum ada tindakan militer yang sedang dibahas saat ini, meskipun Islamabad menyatakan akan menjalankan kewajibannya apabila diperlukan.

Situasi tersebut membuat perkembangan di Yaman tidak lagi hanya menjadi persoalan regional, tetapi berpotensi memberikan dampak terhadap harga minyak, biaya transportasi laut dan perdagangan internasional.

Sumber: Reuters/AP




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top