Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Trump Ancam Lancarkan Serangan Baru
Kamis 03 September 2026, 13:10 WIB
Kerusakan bangunan di kawasan Kuhestak, Sirik, Iran, setelah serangan yang dilaporkan terjadi pada 2 September 2026. Eskalasi terbaru memicu kekhawatiran konflik AS-Iran kembali meluas.

 

JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam pertukaran serangan terbesar sejak Juli 2026.

Serangan terbaru Amerika Serikat ke sejumlah sasaran di Iran memicu respons dari Teheran. Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sasaran yang disebutnya terkait kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran konflik kembali meluas di kawasan Teluk, terlebih setelah Iran memberikan peringatan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memperingatkan bahwa Washington masih dapat melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

Perkembangan ini turut memberikan tekanan terhadap pasar energi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga energi.

Reuters melaporkan pada Kamis (3/9/2026) bahwa harga minyak bergerak turun tipis setelah pasar mempertimbangkan ketidakpastian akibat serangan terbaru AS-Iran.

Dalam perkembangan lain, Iran menyebut 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka dalam serangan terbaru Amerika Serikat. Iran juga menyatakan empat orang tewas dalam serangan yang mengenai lokasi sebuah pesta pernikahan. Klaim tersebut menjadi perhatian internasional, sementara pihak militer AS menyatakan tidak menargetkan warga sipil.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan korban sipil dan kembali menyerukan penghentian aksi militer serta penyelesaian melalui diplomasi.

Sumber : Reuters/ISNA/WANA




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top