Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 1.130 Orang, Korban Hilang 4.462 Jiwa
Rabu 02 September 2026, 15:04 WIB
Hingga 02 September 2026, korban tewas banjir nepal mencapai 1.130 orang, sementara 4.462 orang dinyatakan masih hilang.

NUWAKOT-Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, mencapai sedikitnya 1.130 orang. Bencana yang terjadi pada 26 Agustus 2026 itu juga menyebabkan 4.462 orang masih dinyatakan hilang, berdasarkan data yang disampaikan otoritas Nepal dan media pemerintah China pada Rabu (2/9/2026). Di Nepal, sedikitnya 1.114 jenazah telah ditemukan, sementara 3.916 orang masih hilang. 

Sementara itu, media pemerintah China melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang di Tibet. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang dilaporkan di kedua wilayah mencapai 1.130 orang, sedangkan jumlah orang yang masih hilang mencapai 4.462 orang. 

Bencana tersebut terjadi setelah longsoran gletser di kawasan pegunungan tinggi memicu gelombang besar air dingin yang membawa batu dan material longsor menerjang wilayah di sepanjang perbatasan China-Nepal. 

Keluarga gelar pemakaman simbolis Sepekan setelah bencana, keluarga korban di Nepal mulai menggelar pemakaman simbolis bagi kerabat mereka yang masih hilang. Upacara tersebut dilakukan karena sebagian keluarga mulai kehilangan harapan untuk menemukan anggota keluarga mereka dalam keadaan hidup. 

Dalam tradisi Hindu, sejumlah keluarga membakar boneka atau patung yang dibuat dari jerami sebagai pengganti jenazah. Upacara itu dilakukan untuk membantu "membebaskan jiwa" orang yang hilang agar dapat beristirahat dengan tenang. 

Dolma Newar Tamang, salah satu warga yang kehilangan suaminya, mengatakan keluarganya terpaksa menggelar ritual tersebut setelah tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan sang suami. Suaminya sedang dalam perjalanan menuju China ketika bencana terjadi. 

"Saya melihat berita itu dan meneleponnya. Saya menelepon berkali-kali, tetapi dia tidak pernah mengangkatnya," kata Dolma kepada AFP. Ia kemudian menggelar upacara pemakaman simbolis bagi suaminya.

Pencarian korban masih berlangsung Meski sebagian keluarga mulai melakukan ritual pemakaman, tim penyelamat Nepal masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang**

 




Editor : jr
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top