Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Ekspor Sarang Burung Walet ke China Tembus Rp3 Triliun pada Semester I 2026
Rabu 26 Agustus 2026, 06:32 WIB
ilustrasi: Sarang walet Pani.

JAKARTA - Komoditas sarang burung walet masih menjadi salah satu penyumbang nilai ekspor besar Indonesia, terutama dari pasar China. Sepanjang semester I 2026, nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke Negeri Tirai Bambu tercatat mencapai US$172,15 juta atau sekitar Rp3 triliun dengan asumsi kurs Rp17.705 per dolar AS.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), volume pengiriman sarang burung walet Indonesia ke China selama enam bulan pertama 2026 mencapai 186,8 ton.

Meski secara nilai mengalami penurunan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, China tetap menjadi pasar utama sarang burung walet Indonesia. Negara tersebut menyerap sekitar 80 persen dari total ekspor nasional untuk komoditas tersebut.

Selama bertahun-tahun, sarang burung walet menjadi salah satu produk unggulan Indonesia dalam perdagangan dengan China. Upaya memperkuat hubungan dagang kedua negara pun terus dilakukan melalui berbagai kerja sama dan forum perdagangan.

Salah satunya melalui China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit Forum atau Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia yang digelar Kementerian Perdagangan RI bersama China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) pada April 2026.

Sementara itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) juga terus mendorong perluasan ekspor komoditas tersebut. Pada Jumat (21/8/2026), Barantin meresmikan ekspor sarang burung walet asal Provinsi Banten dengan nilai mencapai Rp38,7 miliar.

Selain China, sejumlah negara dan wilayah lain juga menjadi pasar penting bagi sarang burung walet Indonesia. Daerah Administratif Khusus Hong Kong tercatat mengimpor komoditas tersebut senilai US$15,7 juta sepanjang semester I 2026.

Singapura menyusul dengan nilai perdagangan mencapai sekitar US$10 juta. Di luar kawasan Asia, sarang burung walet Indonesia juga dipasarkan ke Amerika Serikat.

Besarnya permintaan dari berbagai negara menunjukkan sarang burung walet masih memiliki prospek kuat sebagai salah satu komoditas ekspor bernilai tinggi Indonesia.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top