Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
IHSG Cetak Rekor, SBN Turun, Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Kamis 06 November 2025, 08:40 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berjalan satu tahun. Selama periode tersebut, kondisi ekonomi nasional menunjukkan kinerja yang relatif stabil dengan pertumbuhan rata-rata di kisaran 5 persen.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 mencapai 4,8 persen, dan meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II.

“Kalau kita review dalam satu tahun pemerintahan Pak Prabowo-Gibran, kinerjanya tidak jelek. Secara underlying performance, kita bahkan outperforming dibanding banyak negara lain,” ujar Febrio dalam acara Economic Outlook di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04 persen. Febrio optimistis pertumbuhan di kuartal IV akan lebih kuat lagi, seiring dengan berbagai stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah menjelang akhir tahun.

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, kinerja pasar keuangan nasional juga menunjukkan tren positif.
Febrio menuturkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh All Time High (ATH) di level 8.317, sementara imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) turun ke 5,91 persen, posisi terendah sejak 2021.

“Kalau kita lihat SBN, itu adalah bentuk kepercayaan paling penting. Karena ini mencerminkan trust global dan domestik terhadap tata kelola ekonomi dan fiskal kita. Intinya, pasar percaya Indonesia mampu menjaga komitmen dan membayar kewajibannya,” jelasnya.

Meski begitu, Febrio mengakui bahwa tantangan global masih cukup besar. Pertumbuhan ekonomi dunia sepanjang 2025 diperkirakan melemah dan hanya tumbuh sekitar 2,9 persen pada 2026.

“Tahun 2025 ini sudah hampir selesai. Global masih melambat, dan tahun depan belum ada titik cerah yang signifikan. Tapi justru ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional,” tambahnya.

Febrio menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan investasi, serta memperluas basis ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan strategis dalam tiga bulan terakhir.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top