Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Dari Ladang Warga untuk Negeri, Polsek Rumbai Kawal Program Ketahanan Pangan di Okura   ●   
  • Dari Okura Untuk Ketahanan Pangan, Polsek Rumbai Intensif Pantau Perkembangan Jagung Pipil   ●   
  • Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polri Hadir Dampingi Petani hingga ke Ladang   ●   
  • Dari Lahan ke Ketahanan Nasional, Polsek Rumbai Kawal Program Swasembada Pangan   ●   
  • Polsek Senapelan Pastikan Stok Sembako Aman, Harga Stabil, Warga Diminta Tak Khawatir   ●   
Seminar FPK, Danrem 031 Wirabima Serukan Jaga Persatuan di Tengah Kemajemukan
Rabu 09 Desember 2020, 09:11 WIB
Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Brigjen TNI M Syech Ismed, SE, M.Han menjadi pembicara utama pada Seminar FPK Riau yang digelar di Hotel Grand Jatra Pekanbaru, Kamis (7/12/2020)

PEKANBARU-Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Brigjen TNI M Syech Ismed, SE, M.Han mewanti-wanti perpecahan rasa persaudaraan dengan melakukan filterisasi arus globalisasi. Hal itu penting untuk eksistensi kemajemukan bangsa Indonesia.

Hal tersebut penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang kini sudah banyak terjadi perubahan. Padahal Indonesia dari zaman dahulu sangat terkenal dengan semangat gotong royong dan kebersamaan. Namun niali - nilai itu sudah degrasi atau sudah mulai luntur.

Demikian dikatakan Danrem 031 Wirabima Pekanbaru, Brigjen TNI M Syech Ismed, SE, M.Han saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Semiar yang ditaja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau tentang "Menjadikan Budaya Sebagai Panglima Pembangunan" dengan tema "Penguatan Nilai - Nilai Kebangsaan Kader FPK Riau", Senin (7/12/2020) di Hotel Jatra Pekanbaru.

Dia mengakui bahwa seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, musyawarah mufakat yang sangat dikenal di Indonesia sudah mulai hilang. "Saya tidak mengatakan sudah tidak ada lagi, tapi sudah mulai terkikis, terdegradasi, mengalami kelunturan," jelasnya dalam seminar yang dimoderatori Ketua FPK Riau, ZA Fachri Yasin.

Dikatakan, hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena akan habis, sebab budaya bangsa Indonesia harus terus dikembangkan karena didalamnya terdapat banyak keberagamaan yang menjadi sumber kekuatan berbangsa dan bernegara. "Itu jangan dibiarkan berlarut-larut, karena akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat kita berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Danrem juga menyampaikan tentang nilai 4 konsensus naisonal yaitu Konsensus Dasar Bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan mengimplementasikan Paradigma Nasional, yaitu Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, dan Kewaspadaan Nasional.

"Dalam perjalanannya, 4 Konsensus Dasar Bangsa dan Paradigma Nasional akan selalu menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan. Oleh karena itu kita perlu untuk waspada, bersiap-siap apabila menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Budayawan/Wartawan Senior Ir. Fakhrunnas MA Jabbar,  M. Ikom yang juga nara sumber mengatakan peradaban baru sudah dimulai di seluruh dunia. Disebut New Normal (Tatanan Kenormalan Baru). New normal merupakan perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

"Munculnya aturan atau protokol kesehatan yang dikenal dengan 4 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan bermakna semua umat manusia di masa kini harus siap hidup secara hati-hati terhadap penyebaran Covid 19 yang sudah menelan korban jutaan orang di seluruh dunia," ujarnya.

Menurutnya, pembentukan organisasi FPK yang menghimpun seluruh paguyuban etnik di semua daerah dalam wilayah NKRI merupakan sebuah keniscayaan untuk mengikat hubungan baik antar etnik dan saling menghormati dan menghargai.

"Permendagri menegaskan, dalam rangka pembinaan penyelenggaraan pembauran kebanini gsaan, gubernur melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan FPK di tingkat provinsi  maupun kabupaten/kota dapat saling berkoordinasi dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, sehingga dapat menghasilkan rumusan rekomendasi yang komprehensif dan strategis sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan terkait pembauran kebangsaan.. Pengaruh dan Tantangan Media dalam Pembauran," urainya.   

Dikatakan, setiap orang harus mampu memfilter (menyaring) informasi yang dibaca atau menyebarluaskan kembali (sharing) ke kelompok-kelompok pengguna medsos agar cara-cara fitnah dapat ditekan. Fakta menunjukkan bahwa firnah atau hoaks yang tersebar luas melalui medsos tersebut dapat menghancurkan kerukunan social, keamanan dan ketertiban karena dapat memicu konflik sosial yang luar biasa.  

Selain itu, Budayawan/Wartawan Senior Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.Ikom turut dihadirkan sebagai nara sumber, berikutnya Sri Petri Suryanti, S.Pd, sebagai Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, mewakili Kepala Kesbangpol Provinsi Riau. (rls)




Editor : Desi Hurianti
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top