Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Kasus Corona Meningkat, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Minus 2,4 %
Selasa 08 Desember 2020, 14:56 WIB

Situsnews - Jakarta 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi nasional tahun 2020 masih berada di teritori negatif. Sepanjang tahun 2020 ekonomi Indonesia diprediksi sekitar -2,4%.
Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang pernah menyebut ekonomi Indonesia di 2020 -1,1% sampai 0,2%. Hal itu dikarenakan adanya lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi sejak November-Desember ini.

"Untuk proyeksi perekonomian 2020 -2,4%. Ini adalah tugas yang berat bagi kami semua untuk melakukan pemulihan di triwulan ke IV-2020 terutama karena kita melihat peningkatan penularan COVID di awal Desember," kata Sri Mulyani dalam acara US-Indonesia Investment Summit ke-8 yang digelar virtual, Selasa (8/12/2020).

"Ini adalah musim libur sama dengan negara-negara lainnya, sehingga kita perlu menggunakan rem dulu untuk pemulihan perekonomian," tambahnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut sudah ada perbaikan dari sisi demand karena mobilitas masyarakat telah meningkat. Namun di sisi lain, dia juga khawatir hal itu malah menimbulkan adanya peningkatan kasus COVID-19.

"Kita melihat secara perlahan orang-orang mulai meningkatkan mobilitas mereka. Semoga ini dapat mengindikasikan pemulihan ekonomi, bukan penularan COVID. Dengan meningkatnya mobilitas, maka akan ada jalan menuju pemulihan," imbuhnya.

Dia mengaku lebih optimistis pada 2021 untuk mendorong ekonomi tumbuh sekitar 5,3%. Namun dia menyebut hal itu tergantung pada vaksin untuk mengendalikan COVID-19 ke depan.

"Untuk 2021 pemerintah lebih optimis. Tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5%, tapi ini tergantung dari COVID, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian," pungkasnya.

(Detik.com/)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top