Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Pilwakot Makassar Irman-Zunnun : Program Pemberantasan Narkoba
Jumat 04 Desember 2020, 10:32 WIB

Situsnews - Jakarta 

Komitmen pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar terhadap penanggulangan narkoba, menjadi salah satu tema Debat Publik III Pilwali Makassar, yang digelar di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020. Pasangan calon nomor urut 4, Irman Yasin Limpo - Andi Zunnun Armin NH, menyampaikan program-programnya dalam memberantas narkoba.

Irman YL mengungkapkan, ada 4 program yang ditawarkan. Pertama, adalah pencegahan. Bagaimana pemerintah membuat peta kerawanan di masing-masing komunitas warga, sehingga bisa mentracing dan memisahkan, mana yang rentan dan mana yang sudah terpapar.

Kedua, gerakan kultural warga dan tingkat pendidikan. Pemberantasan melalui koordinasi dengan yang punya kewenangan. BNN, Kepolisian dan sebagainya.

"Semua stakeholder harus bekerja terkoordinasi. Narkoba ini adalah extraordinary crime, kejahatan luar biasa, sehingga penanganannya tidak boleh sendiri-sendiri," tegas None - sapaan akrab Irman YL.

Ketiga adalah rehabilitasi. Dilakukan dengan menguatkan lembaga di masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah. Hal ini yang menjadi kewenangan pemerintah.

Keempat, pemberdayaan bagi yang sudah terpapar, supaya kembali ke masyarakat dan memberikan edukasi kepada yang lain agar menjauhi narkoba.

Terkait adanya peredaran narkoba di kalangan siswa, None memiliki solusinya. Yakni Kartu Siswa IMUN, yang berfungsi sebagai absensi, sekaligus tapcash. Melalui kartu tersebut, para orangtua dengan mudah mengontrol anak-anak mereka.

"Ketika anak-anak masuk ke sekolah, para orangtua akan menerima pemberitahuan di ponsel mereka bahwa anaknya sudah tiba di sekolah. Begitupun saat pulang. Kemudian belanja mereka juga terkontrol. Tidak bisa lagi anak-anak belanja dengan uang tunai. Ini akan mencegah mereka belanja narkoba," jelasnya.

Ia menambahkan, saat anak-anak menjalani rehabilitasi di panti rehabilitasi ataupun BNN, mereka harus tetap harus mendapatkan haknya akan pendidikan. Sehingga, sangat penting menghadirkan sekolah saat mereka menjalani rehabilitasi.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top