Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Pernyataan Lengkap Jokowi Ungkap Kasus Corona di RI Memburuk, Soroti Jateng-DKI
Senin 30 November 2020, 11:52 WIB

Situsnews - Jakarta 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut penanganan virus corona baru (COVID-19) pada pekan terakhir memburuk. Sekali lagi Jokowi meminta agar para kepala daerah benar-benar memperhatikan persoalan ini.

"Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus, kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian, dan indikator-indikator ekonomi yang ada," ucap Jokowi saat menyampaikan pengantar dalam rapat terbatas yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Secara khusus, Jokowi memberikan sorotan pada 2 provinsi yang angka kasus COVID-19 meningkat tajam yaitu DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Data pada Minggu (29/11) menunjukkan penambahan kasus harian COVID-19 mencapai rekor tertinggi yaitu 6.267 sehingga angka kumulatifnya 534.266 kasus.

Penyumbang terbanyak yaitu Jawa Tengah dengan 2.036 kasus positif COVID-19. Menyusul kemudian DKI Jakarta dengan penambahan kasus positif COVID-19 1.431.

"Saya ingin ingatkan bahwa ada 2 provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam 2-3 hari ini peningkatannya sangat drastis sekali yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," kata Jokowi.

Selain itu Jokowi juga menyoroti kasus aktif COVID-19 di Indonesia yang menurutnya lebih buruk dibanding pekan sebelumnya. Jokowi meminta jajarannya untuk betul-betul melakukan kontrol yang benar agar peningkatan kasus ini bisa ditekan.

"Berdasarkan data yang saya terima 29 November, kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu, minggu yang lalu masih 12,78... 12,78 sekarang 13,41. Tingkat kesembuhan juga sama, minggu yang lalu 84,03 sekarang menjadi 83,44 persen," kata Jokowi.

"Ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," imbuhnya.

Pernyataan Lengkap Jokowi Ungkap Kasus Corona di RI Memburuk, Soroti Jateng-DKI :

Selamat pagi, saya minta perhatian beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama, saya minta Menteri Dalam Negeri mengingatkan, sekali lagi, kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk betul-betul memegang penuh kendali di wilayah masing-masing yang berkaitan dengan masalah COVID dan juga yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus, kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian, dan indikator-indikator ekonomi yang ada.

Saya ingin ingatkan bahwa ada 2 provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam 2-3 hari ini peningkatannya sangat drastis sekali yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati.

Berdasarkan data yang saya terima 29 November, kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu, minggu yang lalu masih 12,78... 12,78 sekarang 13,41. Tingkat kesembuhan juga sama, minggu yang lalu 84,03 sekarang menjadi 83,44 persen, ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin.

Yang ketiga, saya juga nanti minta kepastian mengenai vaksin dan mulainya vaksinasi, dan yang terakhir yang berkaitan dengan masalah ekonomi, saya nanti juga minta di-update mengenai data terakhirnya.

Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Terima kasih.

(Detiknews/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top