Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
MUI Soal Kerumunan Massa HRS: COVID Bahaya, Iman Harus dengan Ilmu
Senin 16 November 2020, 10:31 WIB

Situsnews - Jakarta

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi soal kerumunan massa acara pernikahan dan Maulid Nabi yang diselenggarakan Habib Rizieq di tengah massa pandemi. MUI meminta semua pihak yang mengadakan acara harus mematuhi aturan protokol kesehatan penanganan virus COVID-19 untuk meminimalisir penularan.
"MUI meminta kepada siapapun kalau akan mengadakan acara atau pertemuan maka hendaklah benar-benar memperhatikan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya agar semua orang yang ikut dalam acara tersebut benar-benar terjaga dan terpelihara sehingga tidak tertular oleh COVID-19 tersebut," kata Sekjen MUI, Anwar Abbas saat dihubungi, Minggu

Sebab, Anwar mengatakan semakin berlarut-larutnya pandemi COVID di suatu bangsa akan sangat merugikan kehidupan manusia baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Untuk itu, ia meminta orang-orang yang beriman dan beragama untuk bijak dalam mengadakan acara.

"Hal ini tentu jelas tidak kita inginkan. Oleh karena itu sebagai orang yang beriman dan beragama kita tentu dituntut untuk mendahulukan menjauhi kemafsadatan dari pada mengambil kemashlahatan," sebutnya.

Ia juga meminta kepada siapa pun tanpa terkecuali wajib hukumnya mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditentukan pada ahli. Sebab, Anwar menyebut para ahli yang mengetahui bagaimana cara menghindari bahaya dari virus Corona tersebut.

"COVID-19 ini berbahaya. Bagaimana bahayanya dan bagaimana cara menghindarinya yang tahu adalah orang yang ahli tentang virus tersebut. Oleh karena itu untuk supaya kita terhindar dari bencana dan malapetaka maka wajiblah hukumnya bagi kita semua untuk memperhatikan ketentuan dan saran-saran dari para ahli tersebut. Supaya resiko bencana dan malapetaka yang akan menimpa rakyat bisa kita minimalisir serendah-rendahnya kalau tidak bisa dihilangkan," ujarnya.

"Oleh karena itu saya betul-betul mengharapkan semua pihak untuk menghadapi masalah COVID-19 ini tidak hanya dengan iman tapi juga dengan ilmu. Tidak hanya dengan ilmu saja tapi juga dengan iman karena Allah SWT telah berfirman bahwa Dia akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu itu beberapa derajat lebih tinggi," lanjutnya.

(detiknews/As).




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top