Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Guru Besar Unila Berharap Generasi Muda Optimalkan Sektor Pertanian
Senin 09 November 2020, 22:14 WIB

Situsnews  -  Jakarta

Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung (Unila), Profesor Bustanul Arifin mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menetapkan target pencetakan 2,5 juta petani muda untuk jangka waktu 5 tahun ke depan.

Menurut Bustanul, pencetakan tersebut penting dilakukan untuk meneruskan estafet petani muda unggul yang memiliki konsep pertanian modern dan berkelanjutan. Apalagi, kehadiran regenerasi dinilai mampu mengembangkan market place serta meminimalisir kemungkinan adanya kerugian besar.

"Saya berharap anak muda mengoptimalkan sektor pertanian dengan tidak bermain di hilir saja, tetapi turun langsung ke lapangan. Karena itu kita harus menyodorkan teknologi ke mereka. Teknologi yang mampu membantu kerja petani di seluruh Indonesia," kata Prof Bustanul, Senin, 9 November 2020.

Bustanul mengatakan, kehadiran teknologi sejauh ini benar-benar diharapkan menjadi daya tarik bagi kalangan muda untuk terjun langsung ke sektor pertanian. Apalagi, Kementan selaku penyelenggara pembangunan pertanian nasional terus membenahi penyediaan teknologi canggih yang tersistem dengan digitalisasi.

"Saya yakin kalau anak muda menggunakan teknologi dalam bercocok tanam mereka pasti tertarik. Maka itu, saya dukung Kementan dalam menjakankan program jangka pangan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menilai bahwa saat ini Indonesia memiliki keuntungan besar, yakni kehadiran bonus demografi yang cukup menjanjikan.

"Ketika Sumber daya manusia Pertanian kota aktif dalam produksi pangan, maka kemandirian pangan cepat atau lambat daapt kita capai. Karena itu mari kita manfaatkan bonus demografi ini untuk kepentingan pertahanan nasional," katanya.

(Deptan/AS)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top