Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Prancis Mengaku Negara Islam Usai Beragam Produknya Diboikot
Jumat 30 Oktober 2020, 09:22 WIB

Situsnews.com,Paris- Setelah berbagai produknya diboikot oleh negara-negara Arab dan Muslim sebagai protes atas kartun-kartun yang menghina Nabi Muhammad, tiba-tiba saja Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Swedia, Etienne de Gonneville, mengatakan negaranya adalah negara Muslim.

Polem melebar ketika Presiden Emmanuel Macron membela penerbitannya oleh majalah Charlie Hebdo dan menyebut pemenggal Paty sebagai "Islamis". Sebelumnya, Macron juga menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia. Komentar itu memicu kemarahan negara-negara Muslim, termasuk Turki.

Dubes de Gonneville menyebut Prancis sebagai negara Muslim saat dalam wawancara dengan penyiar SVT di Swedia. (Baca: Imbas Macron Hina Islam: Website Prancis Diretas, Produknya Diboikot di Mana-mana)

Pertama, Prancis adalah negara Muslim,” kata Etienne de Gonneville. “Islam adalah agama terbesar kedua di Prancis. Kami memiliki antara 4 hingga 8 juta warga Prancis yang memiliki warisan Muslim," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (27/10/2020).

Duta Besar itu menekankan bahwa "propaganda al-Qaeda" yang memaksa umat Islam untuk melakukan tindakan terorisme, bukanlah Islam seperti yang dia pahami.

Ketika pembawa acara televisi, Anders Holmberg, mengatakan bahwa warga Muslim yang tidak radikal pun tersinggung oleh kartun Nabi Muhammad, de Gonneville membalas; "Ini adalah pertanyaan yang sarat dan ambigu secara moral". (Baca: Dewan Cendekiawan Senior Saudi: Menghina Nabi Muhammad Hanya Melayani Esktremis)

Negara yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron itu jadi sorotan dunia Muslim setelah guru sejarah bernama Samuel Paty mempertontonkan kartun yang menghina Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kebebasan berekspresi di kelas. Guru itu dibunuh dan dipenggal pengungsi Chechnya di pinggiran Paris ketika korban sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar pada 16 Oktober lalu. (Baca: Arab Saudi Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad)

 




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top