Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Bawaslu Sebut Data Pemilih yang Benar-Benar Baru Sebanyak 6,1 Juta
Selasa 11 Desember 2018, 15:04 WIB
Bawaslu RI

JAKARTA-Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin menyatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu sudah memeriksa 31 juta data pemilih yang diajukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam data pemilih tersebut, belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hasilnya, kata Afifuddin, data pemilih yang betul-betul baru berjumlah 6,1 juta sehingga akan ada tambahan DPT sebanyak itu. "Sudah diperiksa bersama KPU dan Bawaslu. Itu (31 juta) bukan DPT tambahan. Yang benar-benar baru (yakni) 6,1 juta. Selebihnya sudah ada datanya, tetapi ada anomali di beberapa identitas datanya," ujar dia, Selasa (11/12/2018).

Anomali yang dimaksud, papar Afifuddin, yaitu adanya masalah dalam beberapa aspek, misalnya, pada Nomor Induk Kependudukan (NIK), kegandaan data, dan hal lainnya. "Tapi semua sudah dicek dari bawah dan hari-hari ini sudah dipleno di kabupaten, kota, dan provinsi," tutur dia.

Afifuddin menjelaskan, pengecekan tersebut dilakukan karena menurut pihak Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) ada persoalan anomali tadi. "Dan sudah dilakukan pengecekan dari bawah," terangnya.

Karena itu juga, Afifuddin menegaskan, 31 juta data pemilih tersebut bukan data tambahan. "Data dicek, hasilnya seperti itu (dari 31 juta itu ada 6,1 juta data pemilih yang baru). Jadi, harus hati-hati menggunakan istilah data pemilih tambahan atau tidakk karena nanti ditambah seakan-akan ada penambahan 31 juta," ungkapnya.

Seperti diketahui, sekretaris jenderal partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi mendatangi Bawaslu setelah bertemu komisioner KPU RI pada Senin (10/12) kemarin. Di antaranya, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, dan Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria. Mereka ke Bawaslu untuk meneruskan hasil pertemuannya dengan KPU.

Dalam pertemuan, timses Prabowo-Sandi itu menyoroti persoalan DPT menjelang hari penetapan DPT pada 16 Desember nanti. Mereka heran, masih ada 31 juta data pemilih yang belum masuk ke dalam DPT. Sehingga persoalan ini harus segera diselesaikan agar Pemilu 2019 bisa berjalan tanpa kecurangan.(kt5)




Editor : Tim
Kategori : Politik
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top