Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Dari Gandang Tasa hingga Baju Adat, 400 Penampil Minangkabau Siap Unjuk Budaya
Senin 12 Oktober 2026, 17:32 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 400 penampil dari kalangan masyarakat Minangkabau di Provinsi Riau bersiap memeriahkan Arak-arakan Keberagaman dan Persebatian Antaretnis di Riau yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Minggu (18/10/2026).

Dalam kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober tersebut, masyarakat Minangkabau akan menampilkan perpaduan kesenian tradisional dan busana adat. Rombongan ini terdiri atas 200 pemain Gandang Tasa serta sekitar 200 peserta yang mengenakan seragam paguyuban dan pakaian tradisional Minangkabau.

Nara Hubung Penampilan Kebudayaan dan Kesenian Minangkabau, Saparudin Koto, mengatakan kepada Situs LAM Riau, Senin (12/10/2026), bahwa pihaknya berupaya menyatukan berbagai paguyuban Minangkabau dalam satu barisan.

Langkah tersebut mengikuti arahan panitia agar setiap etnis menampilkan satu pertunjukan. Saat ini, terdapat sekitar 17 paguyuban masyarakat Minangkabau atau Urang Awak yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau.

“Insya Allah Minangkabau akan menampilkan 200 Gandang Tasa yang akan dimainkan oleh Himpunan Kesenian Tradisional Sumatera Barat (HKTS). Saat penampilan di depan panggung kehormatan, tim HKTS akan memainkan Tari Piring yang diiringi Gandang Tasa, saluang, serta bansi,” ujar Saparudin.

Selain pertunjukan musik dan tari, rombongan Minangkabau juga akan menghadirkan arak-arakan sekitar 200 peserta yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Sejumlah paguyuban yang terlibat di antaranya Mande PKDP dan Bunda KKSB.

Saparudin menjelaskan, barisan Minangkabau akan diawali anak daro yang membawa spanduk, kemudian diikuti para ketua dan pengurus paguyuban. Setelah itu, rombongan pemain Gandang Tasa dari HKTS akan mengiringi peserta yang mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing di Sumatera Barat.

Matangkan Persiapan dan Koordinasi

Menjelang pelaksanaan kegiatan, Saparudin bersama sejumlah ketua paguyuban terus melakukan koordinasi untuk mematangkan persiapan. Komunikasi dilakukan melalui grup WhatsApp guna memastikan seluruh unsur dapat tampil secara terkoordinasi.

“Kami terus berkoordinasi melalui grup WhatsApp. Mudah-mudahan saat tampil nanti bisa memberikan yang terbaik. Insya Allah Minangkabau tampil dalam satu barisan,” katanya.

Saparudin juga mengapresiasi inisiatif LAMR Provinsi Riau yang menggelar kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional 2026. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar kebudayaan daerah tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, pengenalan budaya leluhur menjadi salah satu cara untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus menjaga masyarakat dari pengaruh budaya yang tidak selaras dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Gandang Tasa, Simbol Kekompakan dan Identitas Minangkabau

Gandang Tasa merupakan kesenian musik perkusi tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat. Kesenian ini tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan budaya, tetapi juga mencerminkan keberagaman, kekompakan, kecintaan terhadap tradisi, serta semangat kebersamaan.

Dalam permainan tersebut, alat musik tasa berfungsi menjaga tempo, memberikan intro, dan menjadi penanda peralihan irama. Sementara itu, gandang tambua memperkuat ritme melalui permainan yang saling bersahutan.

Pola permainan tersebut menggambarkan pentingnya kepemimpinan yang terarah dan kerja sama dalam sebuah kelompok.

Gandang Tasa juga lekat dengan identitas dan semangat perjuangan masyarakat Minangkabau. Kehadiran musik ini kerap menandai berlangsungnya keramaian atau kegiatan adat. Dalam tradisi seperti Tabuik dan berbagai upacara adat lainnya, irama Gandang Tasa menjadi penggerak suasana sekaligus simbol semangat, daya tahan, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.(*)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top