Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Saat Julaibib Memilih Taat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Atas Kebahagiaan Dunia
Rabu 23 September 2026, 06:16 WIB

JULABIB merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang memiliki kehidupan sederhana. Kondisi fisiknya, keadaan ekonomi, serta nasabnya membuat dirinya tidak dipandang menarik oleh sebagian wanita di Madinah kala itu.

Julaibib menyadari keadaan tersebut. Ia bahkan tidak memiliki keinginan untuk menikah karena merasa rendah diri dan menganggap tidak akan ada wanita yang bersedia menjadi pendamping hidupnya.

Namun, keterbatasan dalam urusan fisik dan harta tidak menghalangi Julaibib untuk menjadi pribadi yang saleh. Ia dikenal selalu berada di barisan depan, baik ketika menunaikan salat maupun saat berada di medan perang.

Dalam buku Saat Semua Meninggalkanmu, Allah Setia Menunggumu karya Hafidz Muftisany, diceritakan bagaimana Rasulullah SAW memperhatikan kehidupan Julaibib.

Suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya kepada Julaibib mengenai keinginannya untuk menikah.

"Tidakkah engkau ingin menikah, wahai Julaibib?" tanya Rasulullah SAW.

Pertanyaan tersebut disampaikan hingga tiga kali. Namun, Julaibib tetap menolaknya karena menyadari kondisi dirinya.

Rasulullah SAW ternyata tidak berhenti pada pertanyaan. Beliau kemudian mendatangi rumah salah seorang pemimpin kaum Anshar untuk menyampaikan maksudnya.

"Aku ingin menikahkan putri kalian," kata Rasulullah SAW.

Keluarga tersebut sempat mengira Rasulullah SAW bermaksud meminang putri mereka untuk dirinya sendiri. Karena itu, mereka menyambut kedatangan beliau dengan gembira.

Namun, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa lamaran tersebut bukan untuk dirinya.

"Bukan untukku. Kupinang putri kalian untuk Julaibib," ujar Rasulullah SAW.

Mendengar hal itu, sang ayah terkejut. Julaibib sendiri juga merasa semakin rendah diri. Ia menyadari perbedaan kondisi antara dirinya dengan putri seorang pemimpin Anshar.

Sang ayah kemudian meminta waktu untuk membicarakan hal tersebut bersama istrinya.

"Tunggu, Rasulullah! Saya akan meminta pendapat ibunya terlebih dahulu," ujarnya.

Keluarga tersebut awalnya keberatan dengan rencana pernikahan itu. Namun, putri mereka ternyata mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.

Ia kemudian menyampaikan pandangannya.

"Apakah kalian hendak menolak perintah Rasulullah SAW? Jika beliau merestui laki-laki itu untuk kalian, maka nikahkanlah ia!" katanya.

Mendengar perkataan putrinya, sang ayah pun menyadari bahwa keputusan tersebut tidak sepatutnya ditolak.

"Engkau benar," jawabnya.

Sang ayah kemudian menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan kesediaan keluarganya.

"Jika engkau merestuinya, kami pun merestuinya," katanya.

Rasulullah SAW kemudian menjawab, "Ya, aku merestuinya."

Julaibib akhirnya menikah dengan putri pemimpin kaum Anshar tersebut.

Tidak lama berselang, Madinah menghadapi serangan musuh. Julaibib turut bergabung dalam peperangan bersama kaum Muslimin.

Setelah pertempuran berakhir, para sahabat menemukan Julaibib telah gugur. Di sekitar jasadnya juga ditemukan sejumlah orang dari pihak musuh yang tewas. Dalam salah satu riwayat disebutkan terdapat tujuh orang musyrik di sekitar Julaibib.

Rasulullah SAW kemudian mendatangi jasad Julaibib dan turut mengurus pemakamannya.

Kehidupan istri Julaibib setelah kepergian suaminya juga menjadi bagian dari kisah tersebut. Anas RA meriwayatkan bahwa perempuan itu kemudian menjadi salah satu wanita yang paling disukai di Madinah.

Kisah Julaibib tersebut disebutkan dalam sejumlah riwayat hadis, antara lain yang diriwayatkan Ahmad, Bukhari, dan Muslim dari Anas RA. Abu Ya'la juga meriwayatkannya. Kisah tersebut turut dinukil Badawi Mahmud Syaikh dalam Riyadhu ash-Shalihat terjemahan Yodi Indrayadi.

Kisah Julaibib menggambarkan bagaimana seseorang yang secara duniawi dipandang memiliki banyak keterbatasan tetap mendapat tempat terhormat karena ketakwaan dan pengabdiannya.(*)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top