Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Kementan Tanam Serempak 50.000 Hektare, Siak Soroti Kendala Air Sawah
Sabtu 19 September 2026, 21:07 WIB
Kementan Tanam Serempak 50.000 Hektare.

 

Sabak Auh — Kementerian Pertanian menggelar Gerakan Tanam Serempak (Gertam) ke-14 dengan sasaran 50.000 hektare lahan pertanian di 25 provinsi. Untuk Provinsi Riau, gerakan tersebut dipusatkan di Kampung Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Jumat (18/9/2026).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tersebut merupakan upaya memperluas areal tanam, meningkatkan indeks pertanaman, dan mempercepat produksi pangan nasional.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” kata Idha.

Menurut dia, lahan yang menjadi sasaran Gertam ke-14 berasal dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Pemerintah menargetkan seluruh lahan sasaran tersebut sudah ditanami padi.

Idha mengatakan Kabupaten Siak dipilih sebagai pusat kegiatan di Riau karena daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi padi sekaligus kawasan yang berperan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita harapkan ini menjadi motivasi bagi daerah lainnya,” kata dia.

Bupati Siak Afni mengatakan luas lahan sawah di Kecamatan Sabak Auh mencapai 843 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan pertanian di Kampung Laksamana mencapai 123 hektare.

Menurut Afni, persoalan utama yang masih dihadapi petani Siak adalah keterbatasan sumber air dengan kualitas yang sesuai untuk tanaman padi. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik wilayah yang berada dekat pertemuan air sungai dan laut.

“Andailah ada pasokan air dengan pH yang cocok untuk para petani, petani kami di Siak insyaallah bisa mencapai Indeks Pertanaman 3 sampai 3,5,” kata Afni.

Saat ini, kata dia, indeks pertanaman di Siak telah mencapai 2,5 meski sebagian sawah masih mengandalkan air hujan.

“Ini berkat petani dan penyuluh yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Afni mengatakan peningkatan ketersediaan air yang sesuai untuk pertanian berpotensi mendorong peningkatan frekuensi tanam dan panen petani. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Siak terus diperkuat.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh, dan petani.

Gerakan Tanam Serempak merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Oplah dan CSR agar segera berproduksi. 

Pada pelaksanaan sebelumnya, Kementan juga menempatkan peningkatan indeks pertanaman dan optimalisasi lahan sebagai sasaran utama gerakan tersebut. (*)

 




Editor : Tim
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top