Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Gajah Diego Mati di SPG Minas dalam Usia 17 Tahun
Kamis 17 September 2026, 23:57 WIB
Gajah Diego sempat dirawat sebelum akhirnya mati dalam usia 17 tahun.

PEKANBARU-Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Diego berusia 17 tahun mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas akibat gangguan saluran pencernaan pada Rabu (16/9/2026) siang. Penanganan medis sempat dilakukan oleh tim dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sebelum satwa tersebut dinyatakan mati.

Plt Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengonfirmasi bahwa penurunan kondisi kesehatan gajah Diego sudah terdeteksi sejak 10 September 2026. Tim medis yang diterjunkan ke lokasi menemukan indikasi cacingan melalui pemeriksaan sampel kotoran.

"10 September gajah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Kotoran menceret serta nafsu makan berkurang," kata Plt Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Kamis (17/9/2026).

Setelah mendapat pengobatan intensif, kondisi fisik gajah Diego sempat menunjukkan perkembangan positif. Nafsu makan satwa liar binaan tersebut membaik dan kotorannya terpantau kembali normal.

Namun, kondisi kesehatan Diego kembali memburuk pada 15 September 2026 dengan gejala tidak mau makan, minim minum, dan tubuh melemah. Tim medis BBKSDA Riau kemudian menjadwalkan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

"Tanggal 16 atau hari kedua penanganan, tim mau ambil sampel darah. Tiba-tiba saja gajah Diego terduduk dan tumbang, tidak beberapa saat tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan mati," ujar Ujang Holisudin.

Hasil necropsy atau bedah bangkai mengonfirmasi adanya masalah serius pada organ pencernaan yang menjadi penyebab utama kematian gajah jantan tersebut. Petugas langsung melakukan proses penanganan bangkai sesuai dengan prosedur medis operasional yang berlaku.

"Tanggal 16 atau hari kedua penanganan, tim mau ambil sampel darah. Tiba-tiba saja gajah Diego terduduk dan tumbang, tidak beberapa saat tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan mati," ujar Ujang Holisudin.

Hasil necropsy atau bedah bangkai mengonfirmasi adanya masalah serius pada organ pencernaan yang menjadi penyebab utama kematian gajah jantan tersebut. Petugas langsung melakukan proses penanganan bangkai sesuai dengan prosedur medis operasional yang berlaku.(mcr)

 

 

 




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top