Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Direktur PKH Kemenhut Apresiasi Kolaborasi Siak Tangani Karhutla
Jumat 11 September 2026, 22:29 WIB
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI, Thomas Nifinluri saat berkunjung ke Siak, Jumat (11/9/2026)

 

Siak - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI, Thomas Nifinluri, mengapresiasi upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak yang dinilai berjalan berkat kolaborasi dan kerja sama seluruh pihak.
 
"Kami mendapat laporan, kerja sama dan kolaborasi gotong royongnya sangat luar biasa. Memang kerja-kerja seperti ini yang seharusnya terus digelorakan karena menjadi kunci dalam pengendalian karhutla," kata Thomas saat berkunjung ke Siak, Jumat (11/9/2026).
 
Ia mengatakan Kabupaten Siak merupakan wilayah yang memiliki kawasan hidrologi gambut luas sehingga memerlukan perhatian khusus dalam upaya pengendalian karhutla.
 
"Memang penting memperhatikan peta kawasan hidrologi gambut karena Kabupaten Siak merupakan daerah yang rawan karhutla. Kami sangat apresiasi  kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam pengendalian karhutla, luar biasa sekali," kata dia. 
 
Prediksi BMKG menunjukkan puncak musim kemarau berlangsung pada September bahkan dapat berlanjut hingga awal tahun 2027. Karena itu, pihaknya akan mengambil langkah terukur  agar Kabupaten Siak tidak diselimuti kabut asap. 
 
"Kita akan siapkan strategi, mulai dari modifikasi cuaca, bahkan skema pemantauan darat dan udara dengan mengerahkan sumber daya yang ada,"  ungkapnya.
 
Sebelumnya, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyampaikan kondisi penanganan karhutla di lapangan sekaligus menyerahkan dokumen permohonan dukungan kepada Kementerian Kehutanan.
 
Menurutnya, sebagian besar wilayah yang terbakar berada di lahan gambut dan kawasan hutan sehingga membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi tersebut diperberat dengan keterbatasan sarana, peralatan, serta anggaran operasional yang dimiliki pemerintah daerah.
 
"Kami bekerja seikhlas-ikhlasnya tanpa memandang bulu, kami berusaha untuk bagaiamana agar api segera padam. Karena yang kami jaga adalah keselamatan masyarakat sekaligus kawasan hutan tempat satwa tinggal yang juga menjadi aset negara," ucap Syamsurizal. 
 
Syamsurizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak berharap kunjungan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus langkah awal memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pengendalian karhutla di Kabupaten Siak.
 
"Kami berharap kunjungan ini menjadi jalan keluar bagi persoalan yang kami hadapi di lapangan. Penanganan karhutla di Siak kami lakukan secara gotong royong bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, perusahaan hingga masyarakat," kata dia. 
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan hingga 10 September 2026 luas karhutla di Kabupaten Siak mencapai 273,423 hektare, terdiri atas 111,33 hektare di kawasan hutan dan sisanya di lahan masyarakat.
 
Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu sejak status siaga ditetapkan pada Februari melalui pembentukan Satgas Karhutla, patroli, mitigasi, serta pelaporan hotspot dan fire spot secara berkala kepada pemerintah provinsi hingga BNPB.
 
Namun memasuki Agustus hingga September, eskalasi karhutla meningkat, terutama di kawasan Taman Nasional Zamrud, Kampung Dayun, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu hingga Tasik Betung. Kondisi tersebut membuat personel dan peralatan harus dibagi di beberapa lokasi penanganan secara bersamaan.
 
"Tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan anggaran, alat berat, logistik, serta kebutuhan operasional untuk penanganan kebakaran di lahan gambut," ringkas Novendra.(*)

 

 




Editor : Tim
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top