Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Serangan Houthi ke Arab Saudi Lukai 73 Orang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Rabu 09 September 2026, 07:55 WIB
Asap terlihat dari lokasi serangan di kawasan Arab Saudi setelah serangkaian serangan Houthi pada Selasa (8/9/2026). Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 73 orang terluka dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi di kawasan Teluk.

 

RIYADH — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026).

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan sedikitnya 73 orang terluka akibat serangan tersebut. Serangan dilaporkan menyasar sejumlah wilayah, termasuk Abha, Khamis Mushait, Jazan dan Najran.

Serangan juga menyasar fasilitas sipil dan ekonomi, termasuk infrastruktur energi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan fasilitas minyak Arab Saudi yang merupakan salah satu negara produsen minyak terbesar dunia.

Reuters melaporkan serangan tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent sempat mencapai sekitar US$97,92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$93,03 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi karena pasar khawatir eskalasi konflik dapat mengganggu pasokan energi dari kawasan Teluk.

Arab Saudi menyatakan serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya dan berjanji mengambil langkah untuk menghadapi ancaman Houthi. Sementara itu, Houthi menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap serangan Saudi di Yaman.

Situasi tersebut menjadi perhatian pasar global karena gangguan terhadap fasilitas minyak dan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya energi serta memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi dunia.(*)

Sumber: Reuters/AP




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top