Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
SKK Migas Sumbagut Perkuat Kolaborasi Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Riau
Minggu 30 Agustus 2026, 13:09 WIB
ist.

PEKANBARU – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) ikut memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Dukungan tersebut dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air serta infrastruktur pencegahan, hingga bantuan untuk masyarakat dan petugas yang berada di lokasi kebakaran.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengatakan keterlibatan industri hulu migas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kondisi wilayah yang terdampak.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan dapat memengaruhi berbagai aktivitas di wilayah terdampak. Karena itu, kami mendorong KKKS untuk bergerak cepat, membantu penanganan di lapangan, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Sebastian.

SKK Migas Sumbagut juga mendorong KKKS memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai unsur terkait.

Koordinasi tersebut diperlukan agar sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk mempercepat pemadaman maupun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Sejumlah KKKS telah mengambil bagian dalam penanganan karhutla di beberapa daerah Riau.

Di Kabupaten Pelalawan, EMP Bentu Limited sejak 24 Agustus 2026 mengerahkan sekitar 20 personel bersama mitra kerja untuk membantu pemadaman kebakaran di Desa Rantau Baru dan Kelurahan Langgam.

Tim tersebut dilengkapi sejumlah peralatan pemadaman, termasuk water truck. Selain membantu pemadaman, dukungan juga diberikan melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan, PMI, serta Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, MPA, TNI-Polri, dan petugas yang bertugas di lapangan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, PT Imbang Tata Alam (ITA) turut membantu penanganan titik api bersama aparat setempat.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pembangunan dan pembersihan embung serta pembuatan parit yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran.

Sebanyak 20 embung dibangun di Desa Kepau Baru. Pembangunan embung juga dilakukan di Desa Kundur dan Desa Tenan.

ITA turut berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat dan memfasilitasi sosialisasi pencegahan karhutla bersama TNI.

Di Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla lintas departemen. Satgas tersebut melibatkan sekitar 30 personel yang didukung berbagai peralatan.

Selain melakukan pemantauan dan pencegahan di sekitar wilayah operasi, tim BSP turut membantu penanganan kebakaran untuk melindungi kawasan Taman Nasional Zamrud sekaligus mencegah api meluas.

Penanganan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Siak, Forkopimda, TNI-Polri, SKK Migas Sumbagut, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta unsur terkait lainnya.

Sebastian mengatakan keterlibatan KKKS dalam penanganan karhutla menunjukkan bahwa keberadaan industri hulu migas di daerah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi energi.

Menurutnya, perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan di sekitar wilayah operasi.

“Karhutla adalah persoalan bersama. Kami mengapresiasi langkah cepat KKKS, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta seluruh pihak yang bekerja di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan SKK Migas bersama KKKS akan terus memberikan dukungan sesuai kapasitas dan sumber daya yang tersedia.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian kebakaran, mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, serta menjaga agar aktivitas warga dapat kembali berlangsung dengan aman.(*)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top