Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Tak Hanya Menu, Waktu Sarapan Juga Penting? Studi Temukan Kaitannya dengan Risiko Kematian
Selasa 25 Agustus 2026, 05:43 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Selama ini, pembahasan mengenai sarapan lebih banyak berfokus pada jenis makanan yang dikonsumsi. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu makan pertama dalam sehari juga dapat memiliki kaitan dengan kesehatan dan risiko kematian.

Dikutip dari ScienceAlert, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa mengubah waktu makan secara langsung dapat memperpanjang atau memperpendek usia. Namun, hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara waktu makan dengan risiko kematian.

Studi ini menambah bukti bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga waktu seseorang mulai dan mengakhiri aktivitas makan dalam sehari.

Penelitian tersebut menganalisis data 31.044 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas di Amerika Serikat. Data diperoleh dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang dikumpulkan selama periode 1999 hingga 2018.

Para peserta diminta melaporkan seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam 24 jam sebelumnya, termasuk waktu konsumsinya.

Dalam penelitian yang diterbitkan di European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Juli 2026, para peneliti mendefinisikan konsumsi pertama setelah pukul 04.00 yang mengandung kalori sebagai makanan pertama dalam sehari. Dengan demikian, konsumsi tersebut tidak harus berupa sarapan dalam pengertian konvensional.

Sementara itu, konsumsi kalori terakhir dalam sehari ditetapkan sebagai waktu makan terakhir. Rentang antara waktu makan pertama dan terakhir kemudian digunakan untuk mengukur durasi atau jendela waktu makan (eating window).

Data tersebut selanjutnya dihubungkan dengan catatan kematian hingga akhir 2019. Selama rata-rata masa tindak lanjut 8,6 tahun, sebanyak 7.129 peserta meninggal dunia, termasuk 2.259 orang akibat penyakit kardiovaskular.

Dalam analisisnya, peneliti telah memperhitungkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil, seperti usia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas pola makan, indeks massa tubuh, asupan energi, serta riwayat penyakit yang telah ada.

Makan Pertama Semakin Siang Dikaitkan dengan Risiko Lebih Tinggi

Hasil penelitian menunjukkan adanya pola hubungan antara waktu makan pertama dengan risiko kematian.

Dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi makanan pertama antara pukul 07.00 hingga 08.00, mereka yang baru makan antara pukul 08.00 hingga 10.00 memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 10 persen lebih tinggi.

Risiko tersebut meningkat menjadi 19 persen pada kelompok yang baru makan pertama antara pukul 10.00 hingga 12.00. Sementara peserta yang mengonsumsi makanan pertama setelah tengah hari memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 29 persen lebih tinggi.

Pola serupa juga ditemukan pada risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Peserta yang baru mengonsumsi makanan pertama setelah pukul 12.00 memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 46 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok yang makan pertama antara pukul 07.00 hingga 08.00.

Berdasarkan pemodelan penelitian, pada usia 50 tahun, kelompok yang secara rutin memulai makan setelah pukul 12.00 diperkirakan memiliki harapan hidup rata-rata 2,46 tahun lebih pendek dibandingkan kelompok yang makan lebih awal.

Waktu Makan Terakhir Juga Berpengaruh

Penelitian tersebut juga menemukan pola hubungan berbentuk huruf U antara waktu makan terakhir dan risiko kematian.

Dibandingkan dengan kelompok yang mengakhiri aktivitas makan antara pukul 19.00 hingga 20.00, peserta yang berhenti makan sebelum pukul 19.00 memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 13 persen lebih tinggi.

Sementara itu, risiko meningkat hingga 27 persen pada mereka yang masih mengonsumsi makanan setelah tengah malam.

Berdasarkan pemodelan dalam penelitian tersebut, risiko terendah ditemukan pada waktu makan terakhir sekitar pukul 20.00.

Meski demikian, penulis senior penelitian, Zhilei Shan dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, menegaskan bahwa hasil tersebut tidak berarti waktu makan pukul 19.00 hingga 20.00 merupakan jadwal yang ideal untuk semua orang.

“Namun, ini tidak berarti bahwa pukul 19.00-20.00 adalah waktu makan malam yang optimal secara universal untuk semua orang,” katanya.

Para peneliti juga mengingatkan adanya sejumlah keterbatasan dalam studi tersebut. Waktu makan peserta terutama dicatat berdasarkan laporan konsumsi selama satu periode 24 jam pada awal penelitian, sehingga belum tentu sepenuhnya menggambarkan kebiasaan makan mereka dalam jangka panjang.

Karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa waktu makan secara langsung menjadi penyebab meningkat atau menurunnya risiko kematian.

“Berdasarkan temuan ini saja, orang-orang seharusnya tidak melakukan perubahan ekstrem pada jadwal makan mereka,” ujar Shan.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top