Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Lapas Bagansiapiapi Sarang Mafia Laporan Palsu! BOROK Kalapas & Ka.KPLP Terbongkar
Pimpinan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi Buat Jurus Blokir WA Usai anak buah Kencingi Kanwil Riau!
Rabu 15 Juli 2026, 08:14 WIB
ist.

BAGAN SIAPIAPI - Bobrok moral dan pemufakatan jahat sistemik di internal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi akhirnya meledak telanjang bulat. Bukan lagi sekadar dugaan pelanggaran disiplin, manajemen Lapas Bagansiapiapi kini sah dicap sebagai sarang komplotan perancang laporan palsu. Terbongkar fakta mengerikan, Kepala Lapas (Kalapas) A.I.T melakukan aksi pengecut dengan memblokir nomor WhatsApp pelapor demi menutupi borok manipulasi data administratif yang disodorkan anak buah nya ke meja Kanwil Kemenkumham Riau!

Sikap reaktif dan "banci" yang diperagakan Kalapas A.I.T ini menjadi konfirmasi paling telak bahwa pimpinan tertinggi di Lapas tersebut sengaja pasang badan, bersekongkol, dan kemungkinan besar ikut menikmati "aliran haram" dari skenario kotor yang dirancang oleh Sdr. SP.

Bungkam Birokrasi Ala Mafia: Kalapas A Mental Tempe, Panik & Blokir WA Jurnalis!

Kengecutan Kalapas AIT terbongkar total melalui jejak digital komunikasi forensik yang dikantongi narasumber utama. Berdasarkan keterangan resmi pelapor sekaligus narasumber, DW, fakta menunjukkan bahwa pada saat dirinya memeriksa riwayat obrolan tertanggal 7 Mei 2026 demi menyusun draf replik bantahan ke Kanwil Riau pada Rabu, 8 Juli 2026, foto profil WhatsApp Kalapas A masih terlihat aktif, jelas, dan normal.

Namun, mental komplotan ini mendadak ambruk saat pelapor DW mengirimkan cuplikan draf berita investigasi panas yang menelanjangi konspirasi laporan palsu mereka ke Kanwil. Secepat kilat sejak *Minggu, 12 Juli 2026*, nomor WhatsApp utama pelapor langsung diblokir secara sepihak oleh Kalapas A. Pesan langsung centang satu dan foto profil sang Kalapas lenyap seketika bak ditelan bumi.

Aksi tipu-tipu ala mafia ini kian terbukti sebagai bentuk kepanikan murni setelah pelapor DW mencoba mengirimkan ulang dokumen pemberitaan tersebut menggunakan nomor WhatsApp Tim. Hasilnya mengejutkan: pesan dari nomor Tim langsung masuk dengan indikator centang dua aktif dan foto profil resmi Kalapas A.I.T kembali muncul.

Narasumber utama, DW, mengutuk keras kengecutan taktis birokrat "masuk angin" ini:

"Tindakan Kalapas A.I.T memblokir nomor utama saya tepat setelah menerima draf berita adalah bukti paling valid bahwa dia adalah pimpinan bermental tempe yang sedang panik total. Dia tidak mandul karena tidak tahu masalah, tapi dia adalah kepala komplotan yang sengaja menutup mata dan pasang badan melindungi borok Ka.KPLP-nya agar kursi jabatannya sendiri tidak runtuh! Langkah memutus komunikasi ini adalah gaya mafia birokrasi yang menjijikkan!" cerca DW dengan nada sangat keras.

Skakmat Bukti BNI & Rekaman 32 Menit: Laporan Bertandatangan Ka.KPLP Sah Jadi Sampah!

Upaya komplotan A dan SP untuk cuci tangan dinilai sebagai langkah konyol yang justru mengunci leher mereka sendiri dalam dugaan pidana pemalsuan dokumen. Draf klarifikasi administratif bertandatangan dan berstempel resmi Lapas Bagansiapiapi yang mereka sodorkan untuk membela Sdr. SP kini telah sah menjadi sampah dokumen yang cacat materiil.

Skenario fiktif mereka diruntuhkan total oleh pelapor DW yang menyerahkan dua bukti forensik digital orisinal ke Kanwil Riau:

 1. Laporan Mutasi Rekening Koran Bank BNI resmi (Bukti Transfer Masuk).
 2. Log panggilan telepon forensik berdurasi panjang selama 32 menit.
Hantaman dua bukti primer ini secara otomatis merontokkan klaim fiktif bahwa Terlapor melakukan ghosting. DW menegaskan:

"Skenario bualan yang mereka rakit dengan stempel resmi Lapas untuk mengelabui Kanwil Riau sudah hancur lebur dihantam bukti transfer BNI dan rekaman telepon 32 menit. Sikap Kalapas A.I.T yang memilih memblokir saya alih-alih menindak tegas Ka.KPLP SP membuktikan bahwa Lapas Bagansiapiapi sudah bobrok secara struktural dari atas sampai bawah. Tidak ada lagi integritas, yang ada hanya komplotan pelindung mafia laporan palsu!" tambah DW.

Kanwil Riau Diuji Nyali: Copot & Seret Komplotan A.I.T & SP ke Ranah Pidana!

Di sisi lain, ketegasan justru diperlihatkan oleh instansi pembina di level wilayah. Merespons draf bukti panas yang diserahkan pelapor DW, pihak Kantor Wilayah DirjenPAS Riau langsung memberikan atensi darurat secara manual pada pukul *19.19 WIB* (waktu magrib/di luar jam dinas) dengan menegaskan: "Segera kami tindaklanjuti".

Gerakan darurat di luar jam kerja resmi oleh Kanwil Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa instansi pusat tersentak dan tidak akan menoleransi pejabat daerah yang hobi mengencingi wibawa kementerian dengan laporan manipulatif serta memblokir ruang komunikasi publik.

Tindakan Kalapas A.I.T yang memilih memblokir nomor pelapor dan bersekongkol membiarkan bawahannya merancang kebohongan materiil merupakan pelanggaran super berat terhadap PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Kanwil Kemenkumham Riau kini dituntut memiliki nyali penuh untuk menyapu bersih komplotan A.I.T dan SP sekaligus dari jabatan mereka secara tidak hormat.

Sebagai penutup, narasumber DW memberikan peringatan final:

"Seluruh data otentik perbankan dan bukti digital sudah saya kunci rapat dan siap saya bedah di tingkat persidangan resmi maupun di hadapan aparat penegak hukum. Jika Kalapas A.I.T berpikir memblokir WhatsApp bisa menyelamatkan karir komplotannya, dia salah besar. Publik dan Kanwil Riau sedang menonton sampai mana nyali mafia birokrasi ini bertahan sebelum surat pencopotan dan penyeretan ke ranah pidana mendarat di meja kerja mereka!" pungkas DW mengakhiri keterangannya.(Dipo)




Editor : Tim
Kategori : Rokan Hilir
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top