Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Tak Pernah Hisap Ganja Tapi Positif Narkoba, Ini Penyebabnya
Kamis 28 Mei 2026, 15:04 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 13 orang yang terjaring razia di tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu (24/5/2026) dini hari dinyatakan positif narkoba jenis Etomidate. Salah satunya adalah anak seorang pejabat daerah di Riau. 

13 orang yang diamankan terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan. Mereka berasal dari Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan dengan inisial KS (32), RR (22), GSA (21), PT (28), AF (21), MAY (24), IMF (22), MA (22), NR (23), SAP (23), SA (23), dan ALS (23).

Selain itu, tiga dari 13 yang terjaring itu, juga dinyatakan positif narkoba jenis ganja. Namun, satu dari tiga yang positif narkoba tersebut tidak mengkonsumsi ganja alias pasif. Dia terpapar ganja secara pasif karena berada dalam satu ruangan toilet tertutup yang sempit   dengan dua org yang  sedang mengisap ganja. Mereka bertiga berbicara  dalam toilet. 

Dokter Spesialis Paru, dr Indra Yopi menjelaskan, seseorang bisa saja terpapar asap ganja dan dinyatakan positif tanpa menghisapnya. 

"Sama seperti asap rokok biasa, terhisap bisa terpapar. Di tes pun positif, terpapar karena dia tidak mengisap secara aktif tapi didalam ruangan yang ada asap rokok atau ganja atau vape ya positif. Kalau rokok tak menyalahi hukum, kalau ganja ya menyalahi," kata Dokter Indra Yopi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026). 

Dijelaskan Indra Yopi, efek positif paparan dari asap ganja itu akan hilang seiring berjalannya waktu. "Kalau di rambut lama sampai satu bulan, kalau di urine dua minggu," ungkapnya. 

Efek paparan asap ganja dalam ruangan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat seseorang itu dinyatakan positif secara pasif. 

"Sebentar saja bisa. Intinya bisa terpapar walaupun tidak menghisap ganja (pasif). Untuk kembali negatif tinggal tunggu saja," pungkasnya. 

Penting untuk diketahui, menghirup asap ganja secara pasif dapat menyebabkan seseorang mendapatkan hasil positif pada tes narkoba. Meskipun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan pengguna aktif, beberapa faktor kunci yang memengaruhi hasil tes tersebut, seperti sirkulasi udara.

Risiko hasil positif jauh lebih tinggi jika paparan terjadi di dalam ruangan tertutup dengan ventilasi yang sangat buruk, misalnya di dalam mobil atau toilet umum.(sony) 

 




Editor : Sony
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top