Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan
Jumat 17 April 2026, 07:20 WIB
Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Anambas sebelum diduga menyebabkan keracunan massal. (Foto: dok Dinkes)

ANAMBAS - Sebanyak 155 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026). Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa berasal dari satu penyedia, yakni SPPG Air Asuk.

Menu yang disajikan terdiri dari telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah apel dan kelengkeng.

“Menu tersebut sudah dilengkapi informasi kandungan gizi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan data, untuk porsi kecil, makanan tersebut mengandung energi 427,6 kkal, protein 17,6 gram, lemak 13,8 gram, karbohidrat 62 gram, serta serat 1,5 gram. Sementara porsi besar mengandung energi 607,3 kkal, protein 20,6 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 101,8 gram, dan serat 1,7 gram.

Meski secara komposisi dinilai memenuhi unsur gizi, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam tahap pemeriksaan.

“Untuk sementara masih dilakukan pemeriksaan. Sampel akan dikirim ke Batam untuk diuji lebih lanjut di BPOM atau laboratorium kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan tersebut. Penanganan medis langsung dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Di RSUD Palmatak, tercatat sebanyak 114 pasien menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, 110 orang telah diperbolehkan pulang, sementara empat siswa masih dirawat.

Sementara itu, di Puskesmas Siantan Tengah, total pasien mencapai 41 orang. Sebanyak 26 pasien telah dipulangkan, sedangkan 15 lainnya masih dalam perawatan.

Feri menegaskan, para korban berasal dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan, bukan dari satu institusi saja. Seluruh makanan yang dikonsumsi berasal dari satu penyedia yang sama.

“Korban berasal dari beberapa sekolah berbeda, mulai dari PAUD hingga SMP. Sumber makanannya satu,” ujarnya.

Selain siswa, sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.

“Ada orang tua yang ikut terdampak karena mengonsumsi makanan jatah anak atau cucunya,” tambahnya.

Hingga kini, proses penanganan dan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top