Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Kebocoran Pipa Gas Tekan Produksi Blok Rokan, PHR Siapkan Pemulihan
Sabtu 24 Januari 2026, 07:25 WIB
Dua pekerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) sedang beraktivitas di Gathering Station di Minas, Riau. PHR menjalankan beragam strategi untuk menjaga dan meningkatkan produksi di Blok Rokan, Riau termasuk di sumur-sumur tua.

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan pengalihan bahan bakar pembangkit listrik dari gas ke solar (fuel switching) menyusul kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasi di tengah gangguan pasokan energi.

Pipa gas yang berlokasi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dilaporkan bocor disertai semburan api pada 2 Januari 2026. Insiden tersebut berdampak signifikan terhadap operasional Blok Rokan, dengan potensi kehilangan produksi minyak mencapai sekitar 2 juta barel akibat terganggunya kinerja pompa angguk.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan langkah mitigasi PHR saat melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PHR, Rumbai, Jumat (23/1/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif guna mengamankan target produksi minyak dan gas nasional.

Laode menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan langkah strategis yang dilakukan PHR dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.

“PHR telah melakukan upaya luar biasa di lapangan. Pengalihan bahan bakar pembangkit ke solar serta pengelolaan beban listrik dengan memprioritaskan sumur-sumur utama terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi di tengah keterbatasan pasokan gas,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, produksi minyak di Blok Rokan saat ini mulai berangsur pulih. Pemerintah, kata Laode, memberikan perhatian khusus agar produksi dapat segera kembali normal mengingat Blok Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menegaskan bahwa seluruh jajaran perusahaan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menjaga keandalan operasi. PHR juga telah menyiapkan rencana pemulihan agresif yang akan dijalankan setelah pasokan gas kembali normal.

“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian ESDM dan SKK Migas. Gangguan eksternal ini menjadi tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Dengan pulihnya pasokan energi, kami siap meningkatkan produksi guna mengejar target yang telah ditetapkan negara,” kata Arifin.

PHR, lanjutnya, memastikan seluruh langkah operasional selama masa pemulihan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah memberi perhatian serius terhadap pemulihan operasi di Wilayah Kerja Rokan pascakejadian kebocoran pipa gas TGI. Menurutnya, gangguan tersebut turut menekan produksi migas nasional di awal 2026.

“Di awal tahun ini kita mengalami musibah kebocoran pipa gas di Sumatra yang menyebabkan potensi kehilangan sekitar 2 juta barel,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Akibat kebocoran tersebut, produksi minyak Blok Rokan hanya mencapai sekitar 50.000 hingga 60.000 barel per hari, jauh di bawah kapasitas normal sekitar 150.000 barel per hari. Meski demikian, Bahlil menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab.

“Walaupun ini kecelakaan, tetap ada unsur kelalaian. Kami akan memberikan sanksi kepada pejabat terkait di Kementerian ESDM maupun BUMN,” tegasnya. (hrc)




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top