Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat 14 Hari, Korban Hilang Masih Dicari
Selasa 09 Desember 2025, 07:21 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perpanjangan diperlukan karena proses pencarian korban dan pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah wilayah.

“Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, sementara pendataan kerusakan dan kerugian terus berjalan. Karena itu, masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan lebih maksimal dan menyeluruh. Perpanjangan selama 14 hari, hingga 22 Desember mendatang,” kata Mahyeldi, Senin (8/12/2025) malam.

Berdasarkan rekapitulasi data sementara dari Dashboard Satu Data Bencana Sumbar per Senin (8/12) pukul 18.00 WIB, bencana tersebut berdampak pada 16 kabupaten/kota. Tercatat 24.049 warga mengungsi, 113 orang luka-luka, 95 orang hilang, dan 234 orang meninggal dunia.

Mahyeldi menjelaskan, dari total 16 daerah terdampak, terdapat tiga wilayah tanpa korban jiwa maupun luka, yakni Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Ia juga menyoroti situasi kritis di Kabupaten Agam yang mencatat jumlah korban terbanyak. Sebagian warga yang sebelumnya sudah kembali ke rumah kembali mengungsi akibat hujan intensitas sedang yang kembali turun.

“Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, dengan 151 orang meninggal dunia dan 55 orang hilang. Sejumlah warga di sana juga kembali mengungsi karena hujan intensitas sedang yang turun kembali,” jelasnya.

Mahyeldi menegaskan, seluruh jajaran Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top