Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Panglima TNI Baru
Tantangan Panglima TNI Baru:Mewujudkan Poros Maritim Dunia dan Geopolitik Yang Berubah Cepat
Kamis 15 Desember 2022, 20:51 WIB
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang diharapkan mampu wujudkan poros maritim dunia ( Foto Wikipedia )

Tantangan Panglima TNI Baru :Mewujudkan Poros Maritim Dunia dan Geopolitik yang Berubah Cepat

Setelah diterimanya Surat Presiden ( Surpres ) oleh Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) pada akhir November lalu, DPR pada Jumat, 2 Desember 2022 melakukan fit and proper test kepada calon Panglima TNI baru, yakni Laksamana Yudo Margono. Hasil fit and proper test tersebut menyetujui Laksamana lulusan Akademi Angkatan Laut 1988 ini menjadi panglima TNI. Yudo menggantikan Jendral Andika Perkasa yang purna tugas pada 21 Desember mendatang.

Ini merupakan kali pertama angkatan laut memegang tampuk tertinggi TNI semenjak presiden Joko Widodo menjadi presiden dan panglima tertinggi TNI sejak 2014. Ketika awal dilantik tahun 2014 tersebut, presiden membuat visi bahwa Indonesia akan menjadi poros maritim dunia. Karena itu wilayah laut Indonesia menjadi tempat yang perlu dijaga dan diberi porsi Sama sebagaimana daratan. 

Namun harus digaris bawahi bahwa kekuatan militer tidak bisa berjalan sendiri baik oleh Matra laut, darat dan udara. Soliditas ketiga Matra tetap harus melekat dalam institusi TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Sejumlah tantangan berat telah menanti Laksamana Yudo Margono. Bagaimana wilayah lautan dan pulau terluar harus mendapatkan proteksi agar sabotase, pencurian kekayaan laut dan masuknya militer asing bisa ditangkal dengan baik.

Dalam fit and proper test di depan komisi 1 DPR, Yudi memaparkan bahwa kinerja dan soliditas TNI di tiga Matra ditingkatkan dalam perisai pertahanan negara. Untuk perisai keamanan TNI akan semakin padu menjalin soliditas dengan Polri dan dengan kementrian lembaga meningkatkan kerjasama dalem perisai tugas- tugas tertentu.

Tantangan global bagi TNI dewasa ini adalah semakin tingginya intensitas kepentingan negara-negara dalam memproteksi dan mengembangkan kerja sama militer mereka. Saat ini selain NATO, beberapa negara juga menjalin aliansi pertahanan seperti Australia, United Kingdom ( Inggris ) dan United States ( US ) dalam AUKUS. Dengan adanya Australia sebagai negara tetangga Indonesia, AUKUS tentu akan melewati laut cina selatan.

Disamping AUKUS, saat ini China melakukan klaim sepihak terhadap nine dast line ( sembilan garis putus-putus ) di laut cina selatan yang dekat dengan perairan Indonesia di laut Natuna Utara. Belum lagi ancaman perang antara China dan Taiwan serta masih berkecamuknya perang Russia Ukraina.

Permasalahan tersebut tentu harus diwaspadai tentara Indonesia. Sebab bila terjadi konflik laut China Selatan maka wilayah perairan Indonesia di daerah tersebut bisa terkena imbas.

Karena itu, panglima TNI baru harus meningkatkan kerjasama pertahanan dengan semua negara. Baik itu latihan bersama dan pertukaran siswa. Belum lagi peningkatan alat utama sistem persenjataan ( alutsista ). Dengan pertama sekali pengembangan alutsista dalam negeri. Bila harus membeli maka transfer teknologi harus menjadi syarat utama.

Dari kondisi diatas, maka Yudo Margono harus membuat Road Map pertahanan untuk menjawab tantangan dimasa mendatang. Bila perlu sampai tahun 2045 dimana Indonesia akan memasuki tahun emas kemerdekaan.

Tentunya sebuah tantangan luar biasa. Sekarang saja Minimum Essential Force ( kebutuhan minimum pertahanan ) masih sekitar 60% dari kebutuhan reel. Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dan kerja sama militer yang betul-betul menguntungkan bagi Indonesia.

Bila road map pertahanan ini benar-benar berjalan baik maka lembat laun visi Indonesia menjadi poros maritim dunia bisa terwujud. Tentu saja harus ada tahapan yang masuk akal. Dimulai dari brown water navy, dimana TNI di tiga Matra mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia dalam arti sesungguhnya. Lalu melangkah ke green water navy, Indonesia akan bermain dikawasan untuk menjaga dan memastikan kawasan regional aman dan blue water navy dimana TNI akan bermain di dua samudra. Menjadi salah satu tentara yang solid dan disegani negara maju seperti Amerika, Russia, China dan India.

( Linoviota. Wartawan Situsnews.com )

 




Editor : Linoviota
Kategori : Opini
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top