Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Erdogan Minta Rusia-Ukraina Duduk Semeja usai Rudal Hantam Polandia
Rabu 16 November 2022, 14:10 WIB

Jakarta -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, ingin mempertemukan Rusia dan Ukraina usai rudal menghantam Polandia dan menewaskan dua orang pada Selasa (15/11).

"Kami ingin mempertemukan Rusia dan Ukraina di meja yang sama," kata Erdogan di sela KTT G20 di Bali, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/11).

Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menegaskan bahwa ia menghormati pernyataan bantahan Rusia usai rudal menghantam Polandia.

"Saya menghormati deklarasi yang dibuat Rusia soal serangan rudal di Polandia. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan," kata Erdogan di hari kedua KTT G20 di Bali, Rabu (16/11), seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa serangan itu tak dilakukan Rusia.

"Saya pikir, ini tak ada hubungannya dengan Rusia," kata Erdogan.

Dunia memang sedang gempar karena dua orang tewas akibat rudal menghantam daerah Polandia yang berbatasan langsung dengan Ukraina pada Senin.

Polandia mengklaim bahwa rudal itu buatan Rusia. Namun, para pemimpin Polandia menegaskan bahwa mereka belum mengantongi bukti pasti mengenai pihak mana yang menembakkan rudal tersebut.

Rusia sendiri menegaskan bahwa mereka tak menembakkan rudal ke negara yang merupakan anggota NATO tersebut.

Selama ini, Rusia memang menghindari konfrontasi langsung dengan negara anggota NATO.

NATO memegang prinsip bahwa gempuran terhadap salah satu anggota mereka merupakan serangan kepada blok itu secara keseluruhan.

Dengan demikian, NATO dapat menyerang pihak yang melakukan gempuran. Jika NATO merespons dengan menyerang Rusia, maka perang akan kian luas dan dikhawatirkan dapat memicu perang dunia.

Tak lama setelah kabar ini tersebar, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa peluncuran rudal itu belum tentu dari Rusia.

Menurut salah satu pejabat AS, berdasarkan temuan awal, rudal itu ditembakkan pasukan Ukraina untuk menghalau serangan rudal Rusia.(cnn)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top