Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Kadiskes Riau Minta Warga Kompak Cegah Penyebaran DBD
Senin 24 Oktober 2022, 08:05 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin mengatakan, meski saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau sedang tinggi dari data yang terangkum, namun, pihaknya belum berencana untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) DBD.

"Kalau untuk Satgas belum ada rencana," kata Zainal, Minggu (23/10/2022).

Daripada membentuk Satgas, kata Zainal, pihaknya lebih baik meminta bantuan dan kekompakan dari masyarakat, untuk melakukan pencegahan DBD. Jika hal tersebut dilakukan dengan baik, maka itu akan jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan membentuk Satgas.

Salah satu cara yang tepat dan efisien, kata Zainal adalah, di setiap rumah harus ada kader - kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

"Kami akan terus sosialisasikan, setiap rumah warga harus ada juru pemantau jentik (Jumantik) dan itu adalah anggota keluarga di masing - masing rumah," katanya.

Hal yang harus dilakukan, adalah dengan melakukan pengecekan secara berkala kamar mandi masing - masing rumah.

Sebab bak penampungan air menjadi salah satu tempat yang paling potensial menjadi tempat berterlurnya nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah.

"Kamar mandi tempat utama bersarang. Maka, tiga hari sekali harus dikuras dan bersihkan. Harapannya pasti tidak ada telur, kalau tidak ada telur tidak ada jentik, dan kalau tak ada jentik pasti tak ada nyamuk. Jadi 3 M itu yang harus digiatkan," ujarnya lagi.

Sepeda ketahui, dari data terbaru yang dirangkum Diskes Riau dari kabupaten kota, hingga saat ini sudah terjadi 1.671 kasus DBD yang menyerang warga Riau sepanjang tahun.

Dari data terbaru pula, pada Bulan September, dari 7 daerah yang sudah direkap terdapat penambahan 164 kasus DBD, seperti yang dilansir dari mcr.

Kabar buruknya, terdapat penambahan kasus meninggal 2 orang pada Bulan September di Kabupaten Kampar. Sehingga total 13 orang meninggal dunia di tahun 2022. (*)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top