Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
DBD di Pekanbaru Tembus 654 Kasus, Marpoyan Damai Paling Banyak
Selasa 20 September 2022, 06:51 WIB

PEKANBARU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus meningkat. Berdasarkan data dari Diskes Pekanbaru, ada 654 kasus DBD sejak Januari 2022 hingga pertengahan September 2022 ini.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy mengatakan, kasus DBD mengalami peningkatan karena terjadi peralihan antara musim panas dengan musim penghujan.

"Musim peralihan ini biasanya populasi nyamuk pun bertambah, sehingga membuat kasus mengalami peningkatan," ujar Zaini, Senin (19/9/2022).

Berdasarkan data dari Diskes Kota Pekanbaru, kasus DBD tertinggi di Kecamatan Marpoyan Damai, ada 101 kasus DBD di kecamatan tersebut.

Kemudian di Kecamatan Tuah Madani sebanyak 83 kasus, Payung Sekaki 78 kasus, Tenayan Raya 72 kasus, Rumbai 69 kasus, Bina Widya 48 kasus, Bukit Raya 43 kasus, Sukajadi 33 kasus dan Senapelan 30 kasus.

Selanjutnya di Kecamatan Limapuluh sebanyak 31 kasus, Rumbai Timur 27 kasus, Pekanbaru Kota 11 kasus, Rumbai Barat 7 kasus, dan Kulim 6 kasus.

Zaini menyebut, kasus DBD banyak terjadi di wilayah yang lingkungannya kurang terjaga kebersihannya. Satu cara mencegahnya dengan rutin melakukan gotong royong di lingkungan tersebut.

"Masyarakat bisa menyingkirkan sampah yang bisa menjadi sarang nyamuk. Ada di antaranya botol bekas, ban bekas hingga tempat makan atau minuman ternak," sebutnya.

Zaini menilai, dengan rutin membersihkan lingkungan tentu bisa mengurangi dampak DBD di wilayahnya. Ia menyebut 70 persen penyebab kasus DBD meningkat karena faktor lingkungan.

"Kalau kebersihan lingkungan terabaikan, tentu nyamuk bakal bersarang di sana. Ditambah banyak sampah dan penampungan air," tutupnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top